STTD Bekerjasama Dengan Bangka Tengah Laksanakan Diklat Pemerdayaan Masyarakat 2019

Senin, 02 September 2019 01:09 pm
Bagikan berita ini   
  


Bekasi, sttd.ac.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Perumahan, Wilayah Pemukiman dan Perhubungan (Diperkimhub) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Transfortasi Darat (STTD) Bekasi menggelar Diklat Pemerdayaan Masyarakat 2019.

Diklat yang berlokasi di SMK 1 Simpangkatis, Bangka Tengah tersebut diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, personil Dinas Perhubungan non PNS, juru parkir dan pengelola parkir, para pengemudi, mahasiswa, dan siswa SMK.

Kepala Dinas Perhubungan melalui Kabid Perhubungan Kabupaten Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra mengatakan, diklat akan dilaksanakan selama tiga hari dari 30 Agustus hingga 1 September 2019.

“Peserta 300 orang kita bagi dalam 6 kelas, yaitu kelas orientasi lalu lintas dan angkutan jalan, penyelenggaraan perparkiran, pengemudi profesional angkutan umum, pemeliharaan rambu dan marka, manajemen resiko, serta keselamatan dasar perkeretaapian,” jelas Fani kepada Babel Review, Jumat (30/8/2019) malam.

Fani menjelaskan, diklat yang diadakan secara gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan ilmu pengetahuan sesuai dengan kelas yang diikuti para dosen terbaik STTD Bekasi.

“Bekerja sama dengan STTD Bekasi, kita datangkan dosen-dosen terbaik dari mereka untuk memberikan ilmu kepada para peserta. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang luas. Sehingga dapat diaplikasikan di dalam lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Ungkap langsung oleh Dosen Sekolah Tinggi Transfortasi Darat (STTD) Bekasi Mohamad Thamzil. Ia mengatakan, diklat pemberdayaan masyarakat ini diselenggarakan berdasarkan intruksi dari Presiden.

“Presiden menginstruksikan, kalau pendidikan vokasi ini harus dikembangkan, dan kami sebagai lembaga Pendidikan dibawah Kementerian Perhubungan merasa dapat tugas untuk menyelenggarakanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir ini, Kementerian Perhubungan mendapat tugas harus membuka pendidikan vokasi sebanyak 160 ribu orang di tahun 2019 dan sudah dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota, dan peminatnya cukup besar.

“Karena keterbatasan tenaga pengajar, penyelenggara dan dana anggaran pemerintah, kami seleksi mana yang bisa ikut dan tidak. Oleh sebab itu tahun ini kami putuskan Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan skala proiritas, dalam penyelenggaraan diklat pemerdayaan masyarakat yang berjumlah 6 Diklat dengan jumlah 300 peserta, dari hampir 1.000 lebih peserta yang ikut mendaftar,” terangnya.

Ia menambahkan, tujuan dari penyelenggaraan Diklat Pemerdayaan Masyarakat ini untuk mendisiplinkan para remaja dari segala aktifitas, terutama aktifitas yang kurang baik didalam lingkungan.

“Seperti kita ketahui, masih banyak dari para remaja yang belum mendapatkan pekerjaan, belum ditambah yang baru lulus sekolah. Mudah – mudahan dengan adanya pendidikan ini bisa dijadikan peluang kerja bagi mereka,” pungkasnya. (#)


Beri Komentar untuk Berita Ini