TARGETKAN 200 KANTONG, TARUNA DIKERAHKAN UNTUK DONOR DARAH DI STTD

Selasa, 04 Desember 2018 12:12 pm
Bagikan berita ini   
  


Pagi ini, di Gedung Poliklinik STTD, tampak sederet taruna berbaring rileks di tempat tidur kecil. Salah satu lengan mereka diplester, tempat jarum dan selang kecil terhubung dari tangan ke kantong darah. Pelan tapi pasti, darah mengumpul hingga akhirnya jarum dilepas dan kantong darah disimpan. Siap untuk didonorkan.

Puluhan taruna lain duduk antri di depan petugas PMI. Mereka harus menjalani serangkaian tes terlebih dahulu sebelum dinyatakan layak atau tidak sebagai pendonor darah. “Syarat untuk bisa donor adalah minimal 3 hari sebelumnya tidak minum obat, dalam kondisi sehat, untuk wanita tidak dalam kondisi haid, menyusui, maupun hamil. Beratnya minimal 45 kg. Tensinya 110/90 mmHg. Hb minimal 12,5 maksimal 17,” seorang petugas PMI menjelaskan secara singkat. Di luar kondisi itu seseorang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah karena bisa membahayakan tubuh pendonor sendiri. PMI menargetkan 200 kantong darah terkumpul dari kegiatan donor darah STTD hari ini.

Di sudut lain, puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak duduk mengantri untuk mendapatkan pemeriksaan gratis oleh para dokter di STTD. Mereka menjalani pengecekan tensi dan tes pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar asam urat, gula darah, dan kolesterol. Usai pemeriksaan darah, pasien dipersilakan konsultasi kesehatan ke salah satu dokter. Jika diperlukan, pasien akan diberi obat-obatan sesuai yang dibutuhkan. Pulangnya, pasien dibekali dengan paket sembako gratis. STTD menyiapkan 150 kantong paket sembako untuk pasien-pasien yang datang berkonsultasi.

Bersamaan dengan pelaksanaan donor darah dan bakti sosial di atas, diselenggarakan juga acara kuliah umum di Auditorium Giri Suseno Hadihardjono STTD. Kuliah umum akan disampaikan oleh Sari Wahyuni, SIP., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan President of Indonesia Strategic Management Society. Topik yang disampaikan adalah “Dampak Pembangunan Infrastruktur Perhubungan yang Massive dan Cepat Terhadap Pertumbuhan Ekonomi”. Menyusul kemudian pelaksanaan Lomba Presentasi Ilmiah antar dinas perhubungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Se-Indonesia.

Acara donor darah, bakti sosial, serta serta kuliah umum merupakan beberapa acara dari rangkaian kegiatan perayaan Dies Natalis STTD ke-38. Perayaan Dies Natalis STTD diawali dengan gerak jalan santai di Car Free Day Bekasi, Summarecon Citty, yang digelar pada hari Minggu, 2 Desember 2018. Pada kesempatan tersebut, tim marching band STTD angkatan ke-39 tampil dan menyedot perhatian para pengunjung Car Free Day. Puncaknya diperingati pada hari Rabu, 5 Desember 2018, dengan melaksanakan upacara Dies Natalis. Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan direncanakan hadir dan bertindak sebagai inspektur dalam upacara tersebut.

Masih dalam rangka perayaan Dies Natalis STTD ke-38, pada hari Senin, tanggal 10 Desember 2018, STTD mengundang Menteri Perhubungan serta Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dalam acara Dialog Nasional, diikuti dengan seremoni penyerahan SK formasi untuk 49 kepala daerah serta peresmian Hotel Odua STTD. (rhm)


Beri Komentar untuk Berita Ini