SUHARTO: PENINGKATAN DAYA TARIK TERHADAP ANGKUTAN UMUM DITENTUKAN OLEH KUALITAS PELAYANAN PENGEMUDI

Senin, 05 November 2018 04:11 pm
Bagikan berita ini   
  


(Bekasi, 5/11/18) Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Suharto, membuka Diklat Pengemudi Angkutan Umum pada hari Senin, 5 November 2018, di Aula Garuda STTD. Diklat ini merupakan hasil kerjasama STTD dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Diklat yang akan dilaksanakan selama 6 hari ini (5-10 November 2018), diikuti oleh 64 pengemudi angkutan umum di Jakarta.

Acara pembukaan diklat tersebut diikuti oleh beberapa pejabat perwakilan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta beberaa pejabat fungsional dan struktural  STTD. Laporan penyelenggaraan pendidikan dibacakan oleh dosen STTD, Bobby Agung.

Dalam sambutannya, Suharto menyampaikan bahwa prosentasi peningkatan kendaraan pribadi di daerah Jabodetabek pertahun berkisar 13 % sedangkan peningkatan pembangunan prasarana hanya berkisar 0,11% pertahun. Hal itu menyebabkan kemacetan lalu lintas tidak dapat dihindari lagi. “Pemerintah DKI senantiasa berusaha untuk mengatasi permasalahan ini dengan menyediakan sarana transportasi massal di Jakarta, baik yang berbasis rel maupun yang berbasis jalan raya. Dengan meningkatnya penggunaan sarana transportasi umum, pemakaian kendaraan pribadi akan berkurang, dan kemacetan sedikit demi sedikit akan teratasi. Angkutan feeder  atau pengumpan sangat berperan dalam hal ini. Hal yang perlu digarisbawahi adalah, peningkatan daya tarik terhadap angkutan umum ditentukan oleh kualitas pelayanan pengemudi. Pengemudi yang professional dan memberikan pelayanan prima akan membuat penumpang tertarik untuk naik lagi. Sebaliknya, jika pengemudi ugal-ugalan dan membahayakan penumpang, tentu penumpang jera dan tidak tertarik lagi menggunakan angkutan umum,” demikian papar Suharto. Untuk itulah, tambahnya, para pengemudi perlu mengikuti diklat Pengemudi Angkutan Umum, sehingga profesionalitasnya terbangun, dibuktikan dengan sertifikat kompetensi Pengemudi Angkutan Umum yang akan diperoleh jika lulus diklat.

 

Pemerintah DKI berharap dengan mengikuti diklat ini, para pengemudi bisa memahami tata cara mengemudi yang benar dan bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang. Tidak ada lagi pengemudi angkutan umum yang ugal-ugalan. Dengan demikian, minat terhadap  transportasi umum akan meningkat.

Sekolah Tinggi Transportasi Darat terus bersosialisasi dan menawarkan kerja sama diklat teknis kepada berbagai pihak. Beberapa diklat telah dilaksanakan hasil kerjasama STTD baik dengan pihak operator penyelenggara transportasi maupun pihak regulator dari pemerintah daerah. Diklat teknis BLU hasil kerja sama dengan pihak luar dilaksanakan di hotel Odua STTD. (rhm)


Beri Komentar untuk Berita Ini