20 Mei – Momen Kebangkitan Para Pemuda Indonesia

Selasa, 22 Mei 2018 03:05 pm
Bagikan berita ini   
  


Sekolah Tinggi Transportasi Darat, dan seluruh instansi pemerintah lainnya, menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada hari Senin, 21 Mei 2018. Wakil Ketua I STTD, Tonny C.M Korah, bertindak sebagai Inspektur Upacara, dan Ahmad Fajar Zubaidi sebagai komandan upacara. Dalam kesempatan tersebut, Waket I membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. Tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital”. Tema ini dimaknai dengan penyadaran setiap masyarakat untuk mengembangkan kapasitasnya secara merata dalam konteks kewilayahan, sehingga bangsa Indonesia bisa bangkit secara bersama-sama.
Dalam sambutannya, Rudiantara mengingatkan seluruh peserta upacara tentang sebuah peristiwa penting 110 tahun lalu yang menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Saat itu, pada tanggal 20 Mei 1908, sebuah organisasi modern pertama berdiri di Indonesia dengan nama Boedi Oetomo. Satu-satunya organisasi di masa itu yang mengusung semangat nasionalisme, menyingkirkan segala perbedaan, menuju satu cita: kemerdekaan. Boedi Oetomo menjadi penanda lahirnya cara baru untuk mengejar suatu tujuan dengan menggunakan organisasi politik untuk menggerakkan tenaga persatuan. Dan cara itu terbukti berhasil.
Rudiantara mengingatkan bahwa akhir-akhir ini bangsa Indonesia diuji dengan kekuatan-kekuatan yang berusaha memecah belah negeri. Sementara menurut perhitungan para ahli, tahun 2028-2031, Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana proporsi usia produktif yang tersedia lebih tinggi dibandingkan dengan usia non produktif. Pada saat itu angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 %. Yang menjadi perhatian adalah “Generasi Bonus Demografi” yang ada beririsan juga dengan “Generasi Millenial” yang terpapar dengan masifnya perkembangan teknologi digital. Sudah banyak para pemuda yang berpikir kreatif dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk sesuatu yang positif. Namun banyak pula yang memanfaatkan teknologi digital dengan anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif. Jika hal itu tidak dikendalikan akan berbahaya bagi generasi muda bangsa.
Sejalan dengan tujuan itu, Sekolah Tinggi Transportasi Darat terus berupaya untuk membimbing dan mengarahkan taruna-taruninya dalam mengembangkan kapasitas diri. Dan hasilnya telah terlihat dalam berbagai prestasi gemilang yang berhasil diraih taruna-taruni STTD dalam berbagai ajang tingkat nasional baru-baru ini. Dalam event Indonesia Transportation English Olympic (ITEO) yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 April 2018 di kampus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, tim Debate STTD yang terdiri dari Kalvari Daniel, Regina Savira, dan Aghisna, berhasil meraih medali perak. Masih dalam event yang sama, M. Riyandora meraih medali perunggu dari cabang Story Telling. Untuk kategori Best Speaker, Regina Savira dan Calvari Daniel berhasil meraih posisi terbaik ketiga dan keempat.


Di ajang Forum Kerjasana Rohani Islam (FORKRI), yang diselenggarkan pada tanggal 7-8 April 2018 di STPI Curug, tim Cerdas Cermat Akhwat yang terdiri dari Taqiyyah Fathin, Anisa Gita, dan Shafira, berhasil meraih medali perak. Di cabang Musabaqoh Hifdhil Quran (MHQ), STTD meraih dua perak atas nama Eka Asri Inayah dan Narendra Wafa. Perak lainnya disumbangkan oleh Bagus Subagiono di cabang Poster Ikhwan, sedangkan M Faisal Sidiq dan M Armansyah menyumbangkan masing-masing satu perak di cabang MTQ Tartil Ikhwan dan MTQ Tilawah Quran. M Satrio Budi Cahyono menambahkan satu perunggu di cabang kaligrafi Ikhwan.
Prestasi lain ditorehkan dengan sangat baik oleh kontingen STTD di ajang Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) pada tanggal 11-13 Mei 2018 di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta. Lima medali emas berhasil diraih di cabang taekwondo (Ngabdul Latif), renang (Sanditya Refa Juliano), silat (Mega Putri Anggraini), dan scrabble (M Faisal Sidiq). Enam medali perak berhasil direbut dari cabang atletik (Damar Cahyo), karate (Agnes Grace Patricia dan Aglaia Putri), wall climbing (Andika Dwi Putra), volley taruna dan volley taruni. Delapan perunggu berhasil diraih di cabang atletik (Chairul Fajar dan Loisa Tita), wall climbing (Medi Azhari dan Wahyu Berliana), karate (Fridolin Suhandriyanto), silat (Angga Wirajayadin dan M Mahmuda), dan taekwondo (Windy Aprila Simanjuntak).
Dalam upacara tersebut, Wakil Ketua I STTD memberikan ucapan selamat dan penghargaan secara simbolik kepada para pemenang. Tentu bukan semata-mata kebanggaan yang diperoleh dari semua ajang tersebut. Poin pentingnya adalah membangun kesadaran generasi millenial sekaligus generasi bonus demografi untuk berkarya dan berkompetisi secara sportif di era digital tanpa melihat perbedaan yang ada. Inilah saatnya bagi para pemuda untuk bersatu. Inilah saatnya bagi para pemuda untuk bangkit menuju kejayaan Indonesia. (Rhm)


Beri Komentar untuk Berita Ini


Berita Terbaru



Kontak Kami

Jl. Raya Setu No. 89 Bekasi 17520
Phone : +62 21 8254 640
Fax : +62 21 8260 8997
Website : http://www.sttd.ac.id
Email : info@sttd.ac.id

Follow Us